15 Mei 2020 10:34 am

Keistimewaan Bulan Ramadhan Yg Wajib Anda Ketahui Sebelum Terlambat

Marhaban Yaa Syahru Ramadhan – 1441 H


Bagi umat muslim kehadiran bulan ramadhan sangatlah dinantikan , Bulan dimana seluruh umat muslim diwajibkan untuk berpuasa, menahan lapar dan dahaga, memperbanyak amal sholih dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt . bulan suci yg hadir satu tahun sekali ini akan sangat istimewa jika dimanfaatkan dengan sungguh sungguh dengan mendekatkan diri kepada allah .

Mengapa Bulan Ramadhan begitu diistimewakan ?


Fakta Menarik apa sajakah yg membuat bulan ramadhan ini memiliki keutamaan yg istimewa dibandingkan dengan bulan yg lainnya ? Simak penjelasannya berikut ini :

1) . Bulan yang Penuh Berkah dan Pengampunan

Diceritakan dari Abu Hurairah dalam kitab Shahih Bukhori juz 1 halaman 283 tentang keutamaan bulan Ramadhan, yang berbunyi sebagai berikut:

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Bahwa Nabi Muhammad bersabda, barang siapa yang menunaikan sholat di malam lailatul qadar dengan keimanan dan mengharap ridha Allah, maka Akan diampuni dosa-dosa yang terdahulu. Dan barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap ridha Allah, maka diampuni dosa-dosa yang terdahulu”. (HR. Bukhori).

2) . Mustajabah nya Do’a Di Bulan Ramadhan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ

Artinya: ”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.”
(HR. al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) mengatakan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya). Lihat Jaami’ul Ahadis, 9/224).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”. (HR. At Tirmidzi no. 3598. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini hasan)

3). Di Bulan Ramadhan Terdapat Malam yang Lebih Baik dari 1000 Bulan

Seperti yang menjadi pengetahuan umum, bahwa di Bulan Ramadhan, ada malam yang lebih baik dari 1000 bulan, yaitu malam Lailatul Qadar. Dalam Al Qur’an menyebutkan malam ini dalam surat Al Qadr ayat 1-5 yang berbunyi:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ(١) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (٢) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (٣) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (٤) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (٥

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 1-5).

4). Bulan Ramadhan Bulan Diturunkannya Al Qur’an

Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 185, yang berbunyi sebagai berikut:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran, yang bertujuan sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dengan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara mereka yang menyaksikan (berada) di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa) maka wajib menggantinya sebanyak hari yang ditinggalkan itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu sekalian bersyukur. )
Surat Al Baqarah: 185).

5). Bulan dibukanya Pintu Surga dan ditutupnya Pintu Neraka Sebagaimana keterangan dalam kitab Shahih Bukhori juz 3 halaman 32, yang berbunyi sebagai. berikut:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ وَابْنُ حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ – وَهُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ – عَنْ أَبِى سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

Artinya: “Apabila datang bulan Ramadhan maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan yang jahat dibelenggu.” (HR. Bukhori).

6). Bulan yang Mengajarkan Sabar dan Meningkatkan Ketakwaan

Puasa, khususnya di Bulan Ramadhan, mengajarkan bagaimana sabar dalam menahan makan, minum, dan hawa nafsu. Kesabaran itulah yang menuntun pada peningkatan ketakwaan dan penghambaan diri kepada Allah dan membebaskan hati dari penyakit-penyakit hati yang bisa menurunkan ketakwaan. Hal itu sesuai dengan kalam Allah dalam surat al Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. al Baqarah: 183).

Allah memberikan keistimewaan bulan ramadhan khusus kepada umat islam, maka hendaknya kita tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk memperbaiki diri menjadi insan yg lebih baik, Serta Menjadi insan yg kembali Fitrah dengan pengampunan dan ridho dari allah, Aamiin yaa rabbal Alamiin..


Source img : wartamelayu.com
Baca Artikel Lainnya
Update Produk Terbaru!
`Berlangganan
Social Media
Pengaduan Customer
082132283581
Metode Pengiriman
Lawang Agung Grup
@2020 Lawang Agung Inc.